|
SEJARAH SINGKAT MANUNGGAL
Tahun 1981 merupakan tahun pertama berdirinya Koran Kampus MANUNGGAL. Sebelumnya pada tahun 1978 Undip memiliki koran kampus yang bernama Suara Undip. Namun keberadaannya tidak bertahan lama. Tidak adanya pemberitaan seputar kampus membuat kampus kurang semarak, sehingga mendorong Dwi Surono, staf humas Undip waktu itu dan Bambang Siswanto, aktifis fakultas sospol (sekarang FISIP) untuk berunding membuat koran kampus pada tahun 1980. Ternyata ketua perintis tersebut mendapat dukungan dari Bambang Sadono S.Y., yang pada waktu itu sebagai wartawan kota Suara Merdeka. Maka trio itulah yang mencoba merumuskan bentuk penerbitan yang baru. Rektor pada waktu itu, Prof. Soedarto (alm) merestui dengan memberi nama Manunggal.
Pada awalnya konsep yang diambil oleh ketiga perintis adalah koran kampus. Sehingga, pengelolaannya melibatkan seluruh civitas akademika Undip. Ketiga tokoh itu memilih Drs. Darmanto Yatman sebagai pemimpin redaksi. Di mata mahasiswa Darmanto dinilai simpatik. Termasuk tak menggantungkan Manunggal di bawah payung lembaga kemahasiswaan. Tetapi mandiri, sampai sekarang.
Manunggal edisi pertama terbit pada bulan Agustus 1981. Dengan Pemimpin Umum Suhardjono SH, staf ahli Prof. Dr. Satjipto Rahardjo SH dan dr. I. Nasution. Pemimpin redaksi Darmanto Yatman, dan wakilnya Sudharto P. Hadi SH. Redaktur pelaksana Bambang Sadono SY dan Dwi Surono sebagai sekretaris redaksi. Sedang dewan redaksi dipegang oleh Slamet Priyanto, Alifiana Dewi, P.K Purwantana, R. Susilo, Eko Budihardjo, Nurdin HK, dan Nunuk Sri Rejeki.
Pada awalnya Manunggal terbit dalam bentuk tabloid. Dengan motto “Memadukan Masyarakat-Kampus”, Manunggal terus berbenah dengan meningkatkan kualitas penerbitan baik dari segi tata wajah maupun isinya.
Tak hanya pengembangan yang dilakukan Manunggal, tetapi juga masalah kaderisasi. Untuk menyiapkan tenaga-tenaga pengganti, Manunggal mengadakan training jurnalistik. Selain itu juga mengirimkan pengelola mengikuti training yang diadakan oleh penerbitan di luar Undip.
Tahun 2001 seluruh kepengelolaan Manunggal sepenuhnya dipegang oleh mahasiswa, sedangkan birokrasi hanya sebagai pelindung dan penasihat. Koran Kampus Manunggal berubah menjadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal karena hal tersebut. Selain menerbitkan tabloid, juga diterbitkan bulletin Joglo Pos pada 2001. Kemudian majalah Manunggal terbit mulai tahun 2003 dengan jumlah tiras 750 eksemplar.
VISI
Visi Penerbitan Kampus ini adalah memperkuat eksistensi di internal dan eksternal LPM Manunggal.
MISI
- Memperluas komunikasi dan jaringan kerja sama dengan lembaga pers mahasiswa lainnya ataupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam bidang jurnalistik.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia LPM Manunggal
- Mewujudkan fungsi pers dalam kebijakan penerbitan pada LPM Manunggal sebagai sumber informasi, edukasi, kontrol sosial dan hiburan.
Redaksi
Terbitan Manunggal ada tiga macam:
1. Tabloid Manunggal
Tabloid Manunggal terbit setiap tiga bulan sekali. Berita ditulis dalam bentuk indepth reporting di mana fakta diulas secara mendalam. Tabloid Manunggal ditujukan bagi seluruh sivitas akademika Undip dengan oplah cetak 1.000 eksemplar.
2. Joglo Pos
Joglo Pos memberikan berita aktual dan informatif seputar kampus setiap dua minggu sekali. Joglo Pos terbit sebanyak 2.500 eksemplar.
3. Majalah Manunggal
Majalah Manunggal terbit untuk memenuhi kebutuhan para pembaca yang mengikuti tren masa kini. Berita ditulis dengan santai namun tidak meninggalkan kesan ilmiah yang merupakan ciri khas pers mahasiswa. Majalah ini terbit sebanyak 1.000 eksemplar.
Cyber News Manunggal
Selain ketiga produk utama tersebut, Manunggal juga akan memiliki media online yang bernama Cyber News Manunggal. Media ini dibuat untuk menjawab tantangan era komunikasi yang tumbuh semakin cepat di mana berita tidak hanya dicetak dalam bentuk lembaran kertas. Media ini akan menyampaikan informasi secara cepat di dalam sebuah dunia ’maya’ sehingga bisa diakses oleh semua kalangan di dunia. Untuk bisa diakses secara luas, media ini juga akan menggunakan dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.
Profesional
Dalam menyampaikan informasi, Manunggal berupaya menjadi sebuah lembaga pers yang profesional. Berita disampaikan secara objektif berdasarkan fakta yang sebenarnya. Selain itu, setiap reporter menjalankan tugasnya berdasarkan kode etik yang telah ditentukan dan harus ditaati. Manajemen juga diatur secara rapi agar penerbitan tidak melampaui batas waktu yang telah ditentukan. Pada umumnya, Manunggal seperti halnya media massa lainnya juga menjadi penyalur lidah rakyat, rakyat dalam hal ini adalah mahasiswa.
Terbitan Manunggal dibaca oleh baik mahasiswa, dosen maupun karyawan. Diharapkan setelah membaca Manunggal, akan terjadi sebuah pertukaran informasi yang berguna bagi masing-masing kalangan. Mahasiswa bisa menuangkan pergumulan pemikiran mereka sehingga keinginan dan harapan mereka bisa didengar oleh birokrat yang ada di atas. Sementara itu, birokrat bisa memberikan penjelasan atau informasi tentang kebijakan untuk Undip yang sedang diambil. Oleh karena itu, komunikasi seluruh sivitas akademika tetap terjaga. Inilah yang menjadi tugas utama Manunggal.
Perusahaan
Ada empat divisi pada bidang perusahaan:
Divisi iklan membantu mendukung keuangan Manunggal dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.
Divisi ini bertugas mengatur keuangan Manunggal secara keseluruhan.
Divisi ini yang bertanggung jawab atas kegiatan off air yang dilakukan LPM Manunggal seperti seminar, pendidikan dasar jurnalistik, bedah buku, dll.
- Divisi Distribusi dan Produksi
Sementara itu, divisi distribusi dan produksi memiliki kewajiban untuk memproduksi setiap terbitan kemudian memasarkannya.
Litbang
Ada empat divisi pada Litbang
- Divisi Jaringan dan Kerja Sama (Jarkem)
Divisi ini bertanggung jawab atas pengembangan jaringan dan kerja sama antara LPM Manunggal dengan pihak lainnya.
Divisi ini bertanggung jawab untuk melakukan rekruitmen, pelatihan dan pengembangan SDM LPM Manunggal.
- Divisi Data dan Informasi (DAI)
Data dan Informasi bertanggung jawab atas pengadaan, pengelolaan, penelitian, dan pengembangan data dan informasi yang dibutuhkan oleh LPM Manunggal.
|